Selamat Datang Di Official WebBlog PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Tebo
Tampilkan postingan dengan label Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Membangun Fastisifasi Menjalin Silaturahmi

0 komentar
     PEMBERDAYAAN, itulah salah satu kata yang sering di ucapkan dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakatat Mandiri Perdesaan (PNPM-Mpd ), bukan hanya sebagai prinsip  bukan pula sebagai proses kerja, melainkan juga sebagai judul program.

      PEMBERDAYAAN adalah upaya untuk perubahan tatanan ekonomi, social, politik yang lebih adil dalam masyarakat, pemberdayaan adalah suatu kata yang di gunakan dalam program PNPM, di mana program ini di ciptakan untuk membentuk suatu karakter masyarakat yang mandiri dan kreatif, dan membangun karakter masyarakat yang lebih baik lagi, maka dari itu di wujudkan nya program PNPM ini.

     Setelah banya bercerita tentang PEMBERDAYAAN, saya akan membahas tetang maksud dari program ini, program PNPM memiliki suatu program yang mana nama program nya adalah SPP ( simpan pinjam perempuan ) program ini adalah dana bergulir yang dipinjamkan kepada para ibuk rumah tangga yang memiliki keterampilan, untuk mengembangkan usahanya, dan untuk menambah peningkatan ekonomi di dalam rumah tangga nya.

      Selain SPP ( simpan pinjam perempuan ) ada suatu program lagi yang mana Program ini di danai dari dana APBD dan APBN yang nama program nya yaitu BLM ( bantuan langsung masyarakat ) dana dari BLM ini digunakan untuk penunjang pembangunan infrastruk perdesaan seperti Jalan Rabat Beton, Bangunan penunjang Pendidikan, pelatihan, DLL.

    Dalam program ini tak lepas dari campur tangan masyarakat, karna program ini memerlukan partisipasi dari masyarakat, agar terwujudnya program yang baik, karna di dalam program ini, apa pun suatu hasil dari keputusan harus melalui musyawarah terlebih dahulu.

Suasana Ketika Musyawarah
       Program ini memberikan dampak yang baik bagi masyarakat banyak, dengan ada nya program ini silaturahmi antar masyarakat lain pun terjalin, dan karna program ini telah banyak masyarakat miskin yang terbantu perekonomian nya. 

        Bukan hanya orang yang telah berkeluarga saja yang terbantu, melain kan para remaja yang tidak bisa menyambung keperguruan tinggi pun bisa terbantu dengan ada nya pelatihan yang diberikan oleh program ini.
Kegiatan Pelatihan Menjahit
       Dengan ada nya program ini masyarakat sangat terbantu dan kini senyumpun ter lihat dari wajah masyarakat yang keadaan ekonomi nya tidak memadai, dan para kaum remaja yang tidak menyambung pendidikan pun sekarang memiliki keterampilan dan bisa membuka usaha sendiri.

Sarana Prasarana Jalan Rabat Beton
      Bukan hanya para laki-laki saja yang terlibat dalam program ini, tetapi kaum perempuan juga ikut serta dalam, proses berjalan nya program ini, keterlibatan kaum perempuan yang di namai dengan KESETARAAN GENDER.  

     Harapan masyarakat Indonesia sangat besar dengan ada nya program ini, karna program ini lah masyarakat menengah kebawah terbantu perekonomian nya

Penulis : Aditya Ayunda
PL Kec. Tebo Ulu

Read More »

Mimpi Sukses Bu Rodiah Bukan Angan Belaka

0 komentar
    Ibu rodiah merupakan warga dusun tugu rejo desa bedaro rampak kecamatan tebo tengah kabupaten tebo, Beliau adalah salah satu kelompok binaan UPK “Tanggo Rajo” dan pemanfaat kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) yaitu kelompok Melati, jumlah anggotanya 7 orang dan pinjaman kelompok pemula hanya lah Rp.3 juta per orang, yang diketuai oleh ibu Siti Asnah Lubis.

    Beliau memulai bisnis usaha Goblek dan Keripik Pisang pada tahun 2008, Bahan utama pembuatan Goblek & Kue Pelintir adalah singkong dan Pisang.

     Ketika itu alat pembuatan nya masih manual, sederhana dan butuh waktu yang cukup lama, berkisar antara 2 hari s/d 3 hari hingga proses pengemasan dan pemasaran, tempat pemasarannya meliputi : pasar muara tebo, warung – warung kecil, pedagang keliling, dan toko-toko yang ada di sekitar Keluranhan Muara Tebo, Kelurahan tebing Tinggi, dan desa –desa yang ada di Kecamatan tebo tengah ini.

Proses Pembuatan Goblek dan Keripik Tempe

Proses Pembuatan Goblek dan Keripik Tempe
       Setelah usaha ibu rodiah sudah berjalan 1 tahun, beliau meningkatkan pinjaman nya menjadi Rp.5 juta hingga Rp.7 juta untuk menambahkan modal usaha dan menambah karyawan untuk membantu ibu rodiah dalam pembuatan Goblek & Keripik Pisang. Akhirnya ibu rodiah pun bisa membeli mesin alat pembuatan Goblek & Keripik pisang, bahkan beliau menambah produk usaha nya menjadi aneka ragam diantaranya : Goblek, Keripik Ubi Pedas, Keripik Pisang, Keripik Tempe, Peyek Ikan Tri, Peyek kacang dan Kue Pelintir.

Produk Goblek dan Kripik Tempe

Produk Goblek dan Kripik Tempe

     Suatu ketika menjelang hari – hari besar seperti hari raya idul fitri, idul adha dan hari besar lainnya, produk ibu rodiah laris manis di serbu pelanggannya.
Bisa – bisa ibu rodiah mendapat keuntungan yang cukup besar berkisar antara Rp.3 juta s/d Rp.6 juta.

Usaha ibu rodiah semakin maju dan mempunyai pelanggan yang tetap, ibu rodiah pun tak kwatir lagi dalam pemasan hasil produknya. Pesaran produk ibu rodiah sekarang sudah berkembang ke kecamatan se kabupaten Tebo, bahkan sudah sampai di kabupaten tentangga yaitu kabupaten Bungo.

“Semua nya itu berkat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat – Mandiri Perdesaan (PNPM- MPd) melaui Simpan Pinjam Perempuan (SPP) usaha saya menjadi maju dan sukses terima kasih PNPM – MPd ujar ibu rodiah”

Penulis : Izhar
PL Reguler Kec. Tebo Tengah

Read More »

Merubah Wajah Desa, Melihat Senyum Warga

0 komentar
     Sesuai dengan petunjuk PTO yang ada bahwa sanya seluruh desa yang ada di kecamatan berhak untuk berpartisipasi  dalam program PNPM mandiri perdesaan untuk mengajukan usulan – usulan desa yang di anggap sangat di butuhkan untuk menunjang infrastruktur perdesaan, yang mana manfaat nya sangat besar untuk masyarakat di desa tersebut, maka dari itu pelaku yang ada di kecamatan melakukan MD SOS ( musyawarah desa sosialisasi ) yang mana dalam MD ini seluruh desa atau pun  dusun mengajukan usulan.
Suasana MAD Sosialisasi
     Maka dari itu sebanyak 12 desa yang ada di kecamatan tebo ulu berlomba-lomba untuk membuat proposal usulan, yang di buat oleh TPU ( tim penulis usulan ) yang di utus oleh  setiap desa masing-masing, dari proposal tersebut  maka di ketahui proritas yang sangat di butuhkan oleh desa.

     Pada saat MAD Prioritas usulan untuk  tahun anggaran 2013 salah satu desa yang mendapat kan prioritas usulan yaitu desa malako intan mendapat kan  ranking ke 5 dalam perengkingan dan akhirnya desa malako intan ini medapat bantuan fisik berupa jalan rabat beton + TPT yang jumlah dana nya sebesar Rp. 84.255.000,- dengan swadaya dari masyarakat sebesar Rp. 940.000,- dengan volume 70 METER, yang di sahkan dalam musyawarah campuran.


    Jalan yang di buat gunanyan untuk melancarkan transportasi masyarakat dan meningkatikan ekonomi masyarakat, agar masyarak mudah untuk mengangkut hasil dari pertanian yang mana mata pencharian masyarakat desa malako intan adalah bertani karet dan ladang.

     Kondisi jalan yang dilalui oleh warga untuk menuju desa malako intan yang mana jalan ini sering di lalui untuk mengangkut hasil pertanian, warga sering terjatuh pada saat melalui jalan ini, karena kondisi jalan yang di lalui sangat memprihatinkan.


     Proyek bukan hanya di lakukan oleh para pekerja laki-laki, tapi wanitapun ikutserta dalam mengerjalan jalan tersebut, semangat masyarakat terlihat di sini, perempuan pun ikut serta bergotong royong dalam mengerjakan jalan tersebut.


     Dan kini mimpi masyarakat  desa melako intan pun terwujut, warga tidak bersusah payah untuk menaiki motor nya keatas tebing, sebelum jalan ini di bangun, warga kesulitan untuk menaiki motor nya ke atas tebing.

    Kini senyum yang indah telah terlihat dari warga yang melewati jalan tersebut. Wargapun merasa senang dan berterimakasih atas bantuan yang di berikan.

      Karna adanya program dari PNPM mandiri perdesaan ini masyarakat miskin yang ada di desa sangat terbantu perekonomian nya, mendapatkan pinjaman modal usaha untuk para ibu rumah tangga yang menambah pendapatan perekonomian keluarga nya, ( kata salah seorang pemanfaat kelompok spp / sarni )

    Saya sebagai warga dari desa malako intan mengucapkan ribuan terimakasih kepada pemerintah yang telah membentuk program seperti PNPM mandiri perdesaan, karna dengan ada nya program PNPM ini masyarakat yang ada di desa, seperti desa kami bisa terbantu, baik dalam bidang ekonomi maupun bidang transportasi, dan PNPM juga memberikan bantuan dalam bidang pendidikan, seperti pembangunan gedung TK, Pembangunan Gedung  MDA dan penambahan Meaubiler untuk TK dan MDA. ( bapak sobirin )

Penulis - Aditya Ayunda (PL Reguler Kec. Tebo Ulu)

Read More »

Tetap Semangat Walau Usia Senja

0 komentar
      “Tetap Semangat Walau Usia Senja” Sepenggal kata yang menggambarkan semangat seseorang yang masih gigih bekerja walau telah berada di usia senja, begitulah Ampiul. seorang kakek yang sangat tegar menghadapi kerasnya hidup. Meski ombak kehidupan menerjang ia tak akan menyerah. Ia tak akan menangis di hadapan manusia. Mungkin hanya kepadaNya-lah ia akan merintih dan meratap. Walau hanya seorang Pencari Kayu Bakar, ia sangat mensyukuri pemberian Tuhan. Sebuah keteladanan hidup yang patut kita renungkan.

      Ampiul adalah seorang lelaki tua yang sehari-harinya bisa ditemui di Kebun Karet Desa Kandang. Lelaki yang tinggal di RT.03 Desa Kandang itu sebelumnya adalah seorang petani. Mungkin usianya sudah menginjak kepala tujuh atau mungkin lebih, kami hanya bisa memperkirakan usianya karena ketika kami menanyakan berapa usianya, kakek dari empat cucu itu sudah tidak ingat lagi berapa usianya sekarang. Karena alasan ekonomi sawah yang berperan penting untuk kehidupan keluarga ia jual. Dan sudah tiga tahun terakhir ini menekuni pekerjaan sebagai Pencari Kayu Bakar. Menjadikan Pencari Kayu Bakar sebagai pekerjaan satu – satunya tentu sangat berat jika dibayangkan. Dengan penghasilan antara dua puluh ribu sampai dengan dua puluh lima ribu per hari, suami dari Inem itu harus menjadi tulang punggung keluarga. Setiap hari bapak dua anak itu membanting tulang untuk hidup istri dan dua orang cucu yang diasuhnya. Sebenarnya tak hanya dua cucu yang menjadi tanggungannya, dua cucu yang lain dititipkan kepada ketua RT di lingkungannya karena tidak kuat  membiayai. Cucu – cucu tersebut menjadi tanggungannya bersama sang istri karena anak – anaknya sibuk bekerja juga. Yang lebih membuat kami prihatin, ternyata hasil dari menjadi Pencari Kayu Bakar itu tidak tetap. Jika tak ada kayu bakar, lelaki tamatan salah satu SD Desa Kandang itu hanya bisa duduk seharian. 

     Kami mengira setiap hari kayu bakar itu selalu ada, tapi ternyata tidak. jika ada kayu bakar maka dapatlah ia berkerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari, namun jika tidak ada kayu bakar, maka tidak ada pula penghasilan pada hari itu. semua itu tergantung pada cuaca yang beranggin, jika ada ranting/kayu karet yang jatuh/patah, disitu lah ia bayak mendapatkan kayu bakar.

   Jarak dari rumah menuju Perkebunan Karet Warga kurang lebih ada sekitar satu kilometer. Jarak yang lumayan jauh itu ditempuh dengan berjalan kaki. Dari pukul Delapan pagi sampai dengan pukul Empat sore, lelaki yang masih rajin puasa senin kamis itu dengan Semangatnya yang tak berkurang,walaupun usia tak lagi muda.

   Ketika kami bertanya adakah keinginan beliau yang belum tersampaikan, beliau menjawab tidak ada. Mungkin karena tidak terlalu mengerti arah pertanyaan kami. Akhirnya kami berikan contoh, di usia senja seperti ini apa beliau tidak ingin melaksanakan rukun Islam yang ke lima atau mungkin punya keinginan lain. Lelaki asal Desa Kandang, Gurah itu menjawab sebenarnya ingin tapi keinginan itu agaknya harus dipendam karena masalah biaya.

    Rasanya sepenggal cerita ini dapat menjadi cermin bagi kita untuk terus termotivasi untuk bersemangat menjalani hidup dan semangat untuk bekerja kepada masyarakat khususnya dalam bidang pemberdayaan yang diwujudkan melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan.

Semangat di usia senja

Penulis - Izhar (PL Reguler Kec. Tebo Tengah)

Read More »