Selamat Datang Di Official WebBlog PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Tebo
Tampilkan postingan dengan label BestPractices. Tampilkan semua postingan

Pemberian Reward Kelompok SPP Terbaik Se-Kec. Rimbo Ulu

0 komentar
     Dalam rangka pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan ( PNPM-MPd ) untuk Tahun anggaran 2014 di Kecamatan Rimbo Ulu Kabupaten Tebo Provinsi Jambi berkenaan dengan acara Musyawarah Antar Desa Perguliran SPP XIV A beserta pembagian REWARD daripada pelaku-pelaku di desa Kepala Desa,KPMD,TPK beserta kelompok SPP terbaik ,Kami atas nama PNPM-MPd Kecamatan rimbo Ulu mengucapkan banyak terimakasih atas partisipasi dan peranan terhadap para pelaku-pelaku yang ada di desa.Tanpa Peranan dan partisipasi dari semua pihak PNPM-MPd ini tidak akan bisa berjalan dengan baik seperti saat ini.Terkhusus kepada kelompok Simpan Pinjam yang ada di semua desa berkat kebersamaan,kekompakan,antusias beserta tanggung jawab yang sangat besar kegiatan Simpan Pinjam Khusus Perempuan ini berjalan dengan lancar tanpa adanya tunggakan hingga saat ini.

Suasana Pemberian Reward Kelompok SPP Terbaik Se-Kec. Rimbo Ulu

Pemberian Reward Kelompok SPP Terbaik Se-Kec. Rimbo Ulu

1. Desa Sungai Pandan
a. Kelompok Pandan Wangi ( Ketua Santi Mirati )
b. Miftahul (ketua Rahma Niar)
c. Uswatuh Khasanah (ketua rudiah)

2. Desa Sukamaju
a. Mekarsari  (ketua Retno Dwi Lestari)
b. Nuril Huda (tatik .s)
3. Desa Sukadamai
a. Anggrek 2 (ketua daryanti)
b. Nurul Janah (ketua Eni Sugiarti)
c. Sukasari (ketua Sholihatun )

4. Desa Wanareja
a. Kemangi 1 (ketua Ashriyatul Marfuah )
b. Mawar 1 (ketua Suwarti)
c. Melati 1 (ketua Sri Sulastri) 

5. Desa Sumbersari
a. Melati (ketua Siti Istiqomah)
b. Denpasar (ketua Sukati)
c. Karya Mandiri (ketua Sutriyem)

6. Desa Sidorukun
a. Menur Sari (ketua Hetty Rustinah)
b. Tapak Dara (ketua Sudarmi)
c. Mekar Melati (ketua Retno Sawitri)

Kami mengucapkana banyak terimakasih kepada para ibu-ibu Simpan Pinjam Rimbo Ulu atas partisipasi dan peranan nya serta tanggung jawab yang sangat besar .Pertahankan semangat kita untuk bersama-sama membangun Desa kita. Rimbo Ulu Hebat !

Read More »

Mimpi Sukses Bu Rodiah Bukan Angan Belaka

0 komentar
    Ibu rodiah merupakan warga dusun tugu rejo desa bedaro rampak kecamatan tebo tengah kabupaten tebo, Beliau adalah salah satu kelompok binaan UPK “Tanggo Rajo” dan pemanfaat kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) yaitu kelompok Melati, jumlah anggotanya 7 orang dan pinjaman kelompok pemula hanya lah Rp.3 juta per orang, yang diketuai oleh ibu Siti Asnah Lubis.

    Beliau memulai bisnis usaha Goblek dan Keripik Pisang pada tahun 2008, Bahan utama pembuatan Goblek & Kue Pelintir adalah singkong dan Pisang.

     Ketika itu alat pembuatan nya masih manual, sederhana dan butuh waktu yang cukup lama, berkisar antara 2 hari s/d 3 hari hingga proses pengemasan dan pemasaran, tempat pemasarannya meliputi : pasar muara tebo, warung – warung kecil, pedagang keliling, dan toko-toko yang ada di sekitar Keluranhan Muara Tebo, Kelurahan tebing Tinggi, dan desa –desa yang ada di Kecamatan tebo tengah ini.

Proses Pembuatan Goblek dan Keripik Tempe

Proses Pembuatan Goblek dan Keripik Tempe
       Setelah usaha ibu rodiah sudah berjalan 1 tahun, beliau meningkatkan pinjaman nya menjadi Rp.5 juta hingga Rp.7 juta untuk menambahkan modal usaha dan menambah karyawan untuk membantu ibu rodiah dalam pembuatan Goblek & Keripik Pisang. Akhirnya ibu rodiah pun bisa membeli mesin alat pembuatan Goblek & Keripik pisang, bahkan beliau menambah produk usaha nya menjadi aneka ragam diantaranya : Goblek, Keripik Ubi Pedas, Keripik Pisang, Keripik Tempe, Peyek Ikan Tri, Peyek kacang dan Kue Pelintir.

Produk Goblek dan Kripik Tempe

Produk Goblek dan Kripik Tempe

     Suatu ketika menjelang hari – hari besar seperti hari raya idul fitri, idul adha dan hari besar lainnya, produk ibu rodiah laris manis di serbu pelanggannya.
Bisa – bisa ibu rodiah mendapat keuntungan yang cukup besar berkisar antara Rp.3 juta s/d Rp.6 juta.

Usaha ibu rodiah semakin maju dan mempunyai pelanggan yang tetap, ibu rodiah pun tak kwatir lagi dalam pemasan hasil produknya. Pesaran produk ibu rodiah sekarang sudah berkembang ke kecamatan se kabupaten Tebo, bahkan sudah sampai di kabupaten tentangga yaitu kabupaten Bungo.

“Semua nya itu berkat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat – Mandiri Perdesaan (PNPM- MPd) melaui Simpan Pinjam Perempuan (SPP) usaha saya menjadi maju dan sukses terima kasih PNPM – MPd ujar ibu rodiah”

Penulis : Izhar
PL Reguler Kec. Tebo Tengah

Read More »

Merubah Wajah Desa, Melihat Senyum Warga

0 komentar
     Sesuai dengan petunjuk PTO yang ada bahwa sanya seluruh desa yang ada di kecamatan berhak untuk berpartisipasi  dalam program PNPM mandiri perdesaan untuk mengajukan usulan – usulan desa yang di anggap sangat di butuhkan untuk menunjang infrastruktur perdesaan, yang mana manfaat nya sangat besar untuk masyarakat di desa tersebut, maka dari itu pelaku yang ada di kecamatan melakukan MD SOS ( musyawarah desa sosialisasi ) yang mana dalam MD ini seluruh desa atau pun  dusun mengajukan usulan.
Suasana MAD Sosialisasi
     Maka dari itu sebanyak 12 desa yang ada di kecamatan tebo ulu berlomba-lomba untuk membuat proposal usulan, yang di buat oleh TPU ( tim penulis usulan ) yang di utus oleh  setiap desa masing-masing, dari proposal tersebut  maka di ketahui proritas yang sangat di butuhkan oleh desa.

     Pada saat MAD Prioritas usulan untuk  tahun anggaran 2013 salah satu desa yang mendapat kan prioritas usulan yaitu desa malako intan mendapat kan  ranking ke 5 dalam perengkingan dan akhirnya desa malako intan ini medapat bantuan fisik berupa jalan rabat beton + TPT yang jumlah dana nya sebesar Rp. 84.255.000,- dengan swadaya dari masyarakat sebesar Rp. 940.000,- dengan volume 70 METER, yang di sahkan dalam musyawarah campuran.


    Jalan yang di buat gunanyan untuk melancarkan transportasi masyarakat dan meningkatikan ekonomi masyarakat, agar masyarak mudah untuk mengangkut hasil dari pertanian yang mana mata pencharian masyarakat desa malako intan adalah bertani karet dan ladang.

     Kondisi jalan yang dilalui oleh warga untuk menuju desa malako intan yang mana jalan ini sering di lalui untuk mengangkut hasil pertanian, warga sering terjatuh pada saat melalui jalan ini, karena kondisi jalan yang di lalui sangat memprihatinkan.


     Proyek bukan hanya di lakukan oleh para pekerja laki-laki, tapi wanitapun ikutserta dalam mengerjalan jalan tersebut, semangat masyarakat terlihat di sini, perempuan pun ikut serta bergotong royong dalam mengerjakan jalan tersebut.


     Dan kini mimpi masyarakat  desa melako intan pun terwujut, warga tidak bersusah payah untuk menaiki motor nya keatas tebing, sebelum jalan ini di bangun, warga kesulitan untuk menaiki motor nya ke atas tebing.

    Kini senyum yang indah telah terlihat dari warga yang melewati jalan tersebut. Wargapun merasa senang dan berterimakasih atas bantuan yang di berikan.

      Karna adanya program dari PNPM mandiri perdesaan ini masyarakat miskin yang ada di desa sangat terbantu perekonomian nya, mendapatkan pinjaman modal usaha untuk para ibu rumah tangga yang menambah pendapatan perekonomian keluarga nya, ( kata salah seorang pemanfaat kelompok spp / sarni )

    Saya sebagai warga dari desa malako intan mengucapkan ribuan terimakasih kepada pemerintah yang telah membentuk program seperti PNPM mandiri perdesaan, karna dengan ada nya program PNPM ini masyarakat yang ada di desa, seperti desa kami bisa terbantu, baik dalam bidang ekonomi maupun bidang transportasi, dan PNPM juga memberikan bantuan dalam bidang pendidikan, seperti pembangunan gedung TK, Pembangunan Gedung  MDA dan penambahan Meaubiler untuk TK dan MDA. ( bapak sobirin )

Penulis - Aditya Ayunda (PL Reguler Kec. Tebo Ulu)

Read More »

Tetap Semangat Walau Usia Senja

0 komentar
      “Tetap Semangat Walau Usia Senja” Sepenggal kata yang menggambarkan semangat seseorang yang masih gigih bekerja walau telah berada di usia senja, begitulah Ampiul. seorang kakek yang sangat tegar menghadapi kerasnya hidup. Meski ombak kehidupan menerjang ia tak akan menyerah. Ia tak akan menangis di hadapan manusia. Mungkin hanya kepadaNya-lah ia akan merintih dan meratap. Walau hanya seorang Pencari Kayu Bakar, ia sangat mensyukuri pemberian Tuhan. Sebuah keteladanan hidup yang patut kita renungkan.

      Ampiul adalah seorang lelaki tua yang sehari-harinya bisa ditemui di Kebun Karet Desa Kandang. Lelaki yang tinggal di RT.03 Desa Kandang itu sebelumnya adalah seorang petani. Mungkin usianya sudah menginjak kepala tujuh atau mungkin lebih, kami hanya bisa memperkirakan usianya karena ketika kami menanyakan berapa usianya, kakek dari empat cucu itu sudah tidak ingat lagi berapa usianya sekarang. Karena alasan ekonomi sawah yang berperan penting untuk kehidupan keluarga ia jual. Dan sudah tiga tahun terakhir ini menekuni pekerjaan sebagai Pencari Kayu Bakar. Menjadikan Pencari Kayu Bakar sebagai pekerjaan satu – satunya tentu sangat berat jika dibayangkan. Dengan penghasilan antara dua puluh ribu sampai dengan dua puluh lima ribu per hari, suami dari Inem itu harus menjadi tulang punggung keluarga. Setiap hari bapak dua anak itu membanting tulang untuk hidup istri dan dua orang cucu yang diasuhnya. Sebenarnya tak hanya dua cucu yang menjadi tanggungannya, dua cucu yang lain dititipkan kepada ketua RT di lingkungannya karena tidak kuat  membiayai. Cucu – cucu tersebut menjadi tanggungannya bersama sang istri karena anak – anaknya sibuk bekerja juga. Yang lebih membuat kami prihatin, ternyata hasil dari menjadi Pencari Kayu Bakar itu tidak tetap. Jika tak ada kayu bakar, lelaki tamatan salah satu SD Desa Kandang itu hanya bisa duduk seharian. 

     Kami mengira setiap hari kayu bakar itu selalu ada, tapi ternyata tidak. jika ada kayu bakar maka dapatlah ia berkerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari, namun jika tidak ada kayu bakar, maka tidak ada pula penghasilan pada hari itu. semua itu tergantung pada cuaca yang beranggin, jika ada ranting/kayu karet yang jatuh/patah, disitu lah ia bayak mendapatkan kayu bakar.

   Jarak dari rumah menuju Perkebunan Karet Warga kurang lebih ada sekitar satu kilometer. Jarak yang lumayan jauh itu ditempuh dengan berjalan kaki. Dari pukul Delapan pagi sampai dengan pukul Empat sore, lelaki yang masih rajin puasa senin kamis itu dengan Semangatnya yang tak berkurang,walaupun usia tak lagi muda.

   Ketika kami bertanya adakah keinginan beliau yang belum tersampaikan, beliau menjawab tidak ada. Mungkin karena tidak terlalu mengerti arah pertanyaan kami. Akhirnya kami berikan contoh, di usia senja seperti ini apa beliau tidak ingin melaksanakan rukun Islam yang ke lima atau mungkin punya keinginan lain. Lelaki asal Desa Kandang, Gurah itu menjawab sebenarnya ingin tapi keinginan itu agaknya harus dipendam karena masalah biaya.

    Rasanya sepenggal cerita ini dapat menjadi cermin bagi kita untuk terus termotivasi untuk bersemangat menjalani hidup dan semangat untuk bekerja kepada masyarakat khususnya dalam bidang pemberdayaan yang diwujudkan melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan.

Semangat di usia senja

Penulis - Izhar (PL Reguler Kec. Tebo Tengah)

Read More »

PNPM MPd Kec. Rimbo Ulu Pada Bulan Juli 2014

0 komentar
      Pembangunan drainase desa Sungai Pandan Kec. Rimbo Ulu sudah 90.% selesai, diperkirakan MDST minggu ke-2 bulan agustus berjalan sesuai rencana, panjang bangunan yang mencapai 530.M ini nampaknya sangat dirasakan masyrakat karena pembangunannya yang transparan dan melibatkan masyarakat setempat, keikut sertaan msyrakat dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan oleh tim 18 membawa semangat dan jiwa sadar atas cinta terhadap rancangan dan pekerjaan hasil karya mereka, Saat pengurus PNPM Kecamatan datang melihat pembangunan dan menanyakan kepada masyrakat pemanfaat di lokasi setempat bahwa pihak desa sangat berterimakasih atas pembangunan yang ada, terutama dalam musim hujan pihak desa mengeluhkan sebab banjir sehingga air mengenangi rumah mereka, harapan masyrakat setelah dibangun drenase ini dapat mengurangi kebanjiran yanga ada di desa Sungai Pandan.


      Setiap bulannya pelaku PNPM di Kecamatan Rimbo Ulu selalu mengadakan pertemuan untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan program dan mencari jalan keluar dari masalah yang ada desa, seperti biasa KPMD melaporkan progres yang ada desa, yang menjadi fokus bahasan  pertemuan pada rakor BKAD bulan ini mengenai kesepakatan untuk persiapan Musyawarah Antar Desa Sosiolisasi PNPM T.A 2015 sekaligus MAD Perguliran SPP XIV.A di percepat sebelum minggu 3 bulan juli, hal ini sudah harus dilaksanakan karena agenda kedepan disamping mengenai legalitas keberadaan calon BKD terpilih yang harus segera di SK kan juga akan ada musyawarah tingkat desa mengenai peraturan tersebut. pertemuan rutin ini yang menjadikan kekuatan dan keberhasilan oleh pelaku dalam menjalankan program PNPM Mandiri Perdesaan di kec.Rimbo Ulu, sehingga setiap masalah yang ada di UPK Sejahtera dapat diselesaikan berkat kerja sama yang baik. Keberadaan UPK Sejahtera sangat dirasakan mamfaatnya oleh masyarakat desa terutama penambahan modal dalam usaha ibu rumah tangga, syarat yang mudah dan ansuran yang ringan menjadikan masyarakat senang dan merasa sangat terbantu atas keberadaan Program PNPM.MPd .


Penulis - PNPM Kec. Rimbo Ulu


Read More »

Kebahagiaan Masih Ada Untuk Tebo Ulu

0 komentar
    Kebahagiaan tumbuh terasa dengan dimulainya pembangunan Kegiatan fisik di Kecamatan Tebo Ulu.Karena lebih kurang dari dua bulan penantian pencairan dana BLM tertunda  padahal dana tersebut sudah masuk ke rekening UPK.Ini semua disebabkan ada dana penyelewengan yang terjadi di Kecamatan   Tebo Ulu,sehingga  kecamatan Tebo Ulu menjadi kecamatan yang berpotensi masalah.

      Dengan berkat perjuangan Pelaku-pelaku  PNPM–MPd di tingkat Kecamatan,yang didampaingi oleh Fasilitator Kecamatan (FK dan FT ).Sehingga penyelewengan tersebut dapat diselesaikan dengan 80% dikembalikan.

     Terasa lega pun menghampiri ke masyarakat Tebo Ulu bahwa kecamatannya sudah terlepas dari Kecamatan yang berfotensi masalah.Karena Jika tidak diselesaikan  pengembalian 80%  Maka kecamatan ini akan menjadi  kecamatan yang bermasalah,inilah yang ditakutkan oleh masyarakat Tebo Ulu.Terutama bagi Desa yang terdanai kegiatan fisik dari PNPM- MPd.Alhamdulillah sekarang Desa tersebut merasa sangat senang  sekali dengan terlepasnya kecamatan yang berpotensi masalah.Masyarakat sangat antusias sekali supaya kegiatan fisik di Desanya dapat dilaksanakan dengan cepat sesuai yang diimpikan selama ini.

      Salah satu contoh Desa yang mendapatkan kegiatan fisik yaitu Desa Lubuk Benteng  mendapatkan kegiatan Fisik pengadaan mesin pakan ternak + kandang. Yang mana Desa tersebut sering mengeluh dengan kurang kesediaan pakan ternak,sehingga ternaknya lambat berkembang.Padahal masyarakat lubuk Benteng sangat menginginkan agar ternaknya tumbuh dan berkembng banyak. Keiginan masyarakat Desa Lubuk Benteng ingin  berternak bertujuan supaya akan menambah penghasilan keluarga.  begitu juga dengan kandangnya masyarakat Lubuk Benteng sangat membutuhkan sekali dengan adanya bantuan pembuatan kandang   ternak,agar  ternaknya  dapat terawat dengan baik.dan supaya ternaknya tidak berkeliaran di mana-mana.Yang mana pekerjaan pembuatan kandang dan penyediaan tempat mesin pakan ternak sudah mulai di kerjakan.Pekerjaan tersebut dimulai setelah pencairan 40% dana fisik dan dilaksanakan sesuai dengan petujuk SPBB. Sampai saat ini kendala dalam pekerjaan tersebut tidak ada. Karena Tukang yang ditentukan oleh masyarkat Desa Lubuk Benteng  adalah tukang yang mamang berpengalaman.

Pembuatan Kandang sapi Desa lubuk Benteng
      Keberadaan PNPM-MPd ini menyelusuri  kekelemahan yang terjadi di tengah  masyarakat miskin setiap Desa,bertujuan supaya tidak ada lagi masyarakat yang miskin. Dengan lewat Program PNPM-MPd ini masyarakat bisa menyampaikan keinginannya.Seperti contoh diatas yang terjadi di Desa Lubuk Benteng,masyarakat mengusulkan pengadaan pakan ternak + kandang dengan melalui proposal yang dibuat oleh TPU perwakilan dari Desa. PNPM-MPd akan menerima semua usulan dari Desa dan PNPM-MPd akan memverifikasi atas usulan dari Desa tersebut.Usulan akan didanai apabila usulan dari Desa itu memang betul mendesak dibutuhkan dan sangat layak untuk dibantu.


Penulis - PNPM Kec. Tebo Ulu

Read More »

LEBARAN INI TIDAK BELI SEPATU BOOT LAGI

0 komentar
      Harapan masyarakat Dusun Ulak Bandung Desa Tuo Sumay Kecamatan Sumay bertahun – tahun nampaknya sudah mulai menjadi kenyataan, jalan poros desa  yang didambakan selama ini oleh masyarakat sudah mulai dibangun, usulan pembangunan yang diusulkan ke Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat  Mandiri Perdesaan di kecamatan Sumay, yang mana susah payah mempertahankan usulan ditingkat desa tuo sumay merupakan pengalaman yang tak terlupakan oleh bapak Sapi’i yang merupakan Kadus Dusun Ulak Bandung  yang mana Desa tuo sumay terdiri dari lima Dusun salah satunya adalah dusun ulak bandung.

      Antara dusun tersebut juga sama -sama mengusulkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dusunnya masing-masing, semua saling memperjuangkan usulan masing masing untuk menjadi usulan Desa Tuo sumay untuk di usulkan ke PNPM-MP untuk tahun 2014 ini, Setelah dilaksanakannya Musdes Perencanaan disepakatilah Usulan Desa Tuo Sumay untuk Tahun ini di sepakati pembangunan Jalan Rabat Beton Di Desa Ulak bandung, nampaknya perjuangan bapak sapi’i dan masyarakat dusun ulak Bandung tercapai untuk tahun ini.

      Gambaran keadaan dusun ulak bandung tidaklah  seindah namanya seperti kota bandung yang ada di jawa barat ujar Bapak Sapi’i..”bandung yang ado di desa tuo sumay ko beda pak dengan bandung yang dijawa tu..namo yo samo tapi nasip beda, kalu lebaran di bandung jawa tu bisa pakai sepatu elok-elok, tapi kalu lebaran dibandung siko tu dak beli sepatu atau sendal elok..tapi beli sepatu boot karno kalu hari hujan nempuh lumpur” ujar bapak Sapi’i.

Keadaan Jalan dusun Ulak Bandung Desa Tuo Sumay
       Itu sekilas gambaran di dusun ulak bandung sesuai apa yang dikatakan warga  dusun tersebut begitu butuhya masyarakat terhadap jalan tersebut, menurut mereka begitu susahnya keadaan masyarakat selama ini apa bila hujan turun jalan menjadi becek, apa lagi jalan tersebut merupakan jalan poros utama desa, seperti yang digambarkan pak sapi’i apa bila ada acara manten atau hari besar agama, kasihan melihat anaka – anak berharap memakai pakaian yang bagus tahu-tahu datang hujan, jalan pun berlumpur kegembiraan menjadi pupus, demikian sedikit gambaran di dusun ulak bandung sesuai apa yang dikatakan warga  dusun tersebut. 

Suasana Ketika Musyawarah
      Maka berdasarkan usulan Masyarakat Desa Tuo Sumay Umumnya dan melalui berbagai tahapan maka berdasarkan hasil musyawarah Antar Desa Prioritas TA 2014 di Kecamatan Sumay, maka Jalan Rabat Beton di Dusun Ulak Bandung Desa Tuo Sumay merupakan Salah Satu yang terdanai Oleh PNPM-MP Kec Sumay untuk Tahun Anggaran 2014. Sekarang jalan tersebut sudah mulai dibangun impian dan harapan yang didambakan oleh masyarakat dusun Ulak Bandung khususnya masyarakat  Desa Tuo Sumay  pada umumnya sudah menjadi kenyataan,  antusias masyarakat tercermin dari meningkatnya partisipasi masyarakat, swadaya masyarakat yang memang merasa memiliki jalan tersebut, masyarakat bersama sama terlibat langsung dalam pelaksanaan pembangunan yaitu menjadi pekerja pembangunan jalan rabat beton tersebut, dan bagi masyarakat yang tidak ikut bekerja tepapi dengan rasa memiliki mereka bersama-sama swadaya mengambil kayu untuk pagar penghalang sementara agar ternak seperti sapai dan kerbau masyarakat tidak meng injak-injak jalan yang baru dibangun tersebut samapai keras, di sepakati masing masing kepala keluaraga menyumbang enam batang kayu untuk pagar tersebut ujar bapak kepala dusun ulak bandung.
Suasana ketiaka proses pembangunan Jalan Rabat Beton
Kondisi Jalan Rabat Beton yang telah siap digunakan 
      Itulah sedikit gambaran dari pembangunan yang benar benar bersumber dari aspirasi masyarakat akan mendapat tempat dihati masayarakat karna mereka merasa memiliki dari apa yang telah di usulkannya tersebut dengan sedirinya dijaga dan dipelihara oleh masyarakat, seperti apa yang telah dirasakan oleh masyarakat dusun ulak bandung tersebut, smoga tahun ini jalan di dusun ulak bandung tidak becek.. lagi harap an semua masyarakat..”slamat tinggal sepatu boot...”

Disadur Oleh: Azman (FT Sumay)  dari  Cerita Kepala Dusun Ulak Bandung

Read More »

Integritas Pemda dan PNPM MPd Kabupaten Tebo

0 komentar
      Sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap percepatan penanggulangan kemiskinan di indonesia, Maka di bentuklah program-program untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Salah satu dari program tersebut adalah program PPK (Program Pengembang Kecamatan) atau sekarang yang telah berubah nama menjadi PNPM Mandiri Perdesaan. Saat ini PPK/PNPM Mandiri perdesaan telah menginjak tahun ke 11 (yang terhitung dari tahun 2003 s/d 2014).

      Untuk kegiatan tahun 2013, semua telah selesai 100 %. Ditandai dengan MDST yang dilakukan disetiap desa yang di danai oleh PNPM.

      Tahun 2013 pun telah usai, begitu juga dengan berakhirnya kontrak kerja para fasilitator PNPM Mandiri perdesaan, mulai dari tingkat kabupaten hingga tingkat kecamatan. Karena masa kontrak dalam naskah perjanjian ikatan kerja para fasilitator adalah selama 1 tahun. Namun hal itu bukan lah sesuatu yang perlu dicemaskan, karena setiap tahun setelah kinerja para fasilitator dievaluasi oleh pihak satker provinsi, satker provinsi akan melakukan perpanjangan kontrak bagi para fasilitator yang masih berkerja dengan maksimal.

      Untuk tahun 2014 ini, perpanjangan kontrak dilaksanakan pada hari selasa tanggal 18 bulan februari 2014. Maka di undang lah para seluruh fasilitator PNPM Mandiri Perdesaan Se-Provinsi jambi, mulai dari, Faskab, Fas-T Kab, Faskeu, FK FT Kecamatan, Asst MIS dan Operator Komputer. Dan di undang pula para Bupati dan Kaban BPMPD se-Provinsi Jambi, guna menandatangani NPUB (naskah perjanjian urusan bersama).

      Perpanjangan kontrak tahun ini terasa lebih spesial dari tahun-tahun sebelumnya karena di hadiri langsung oleh Dirjen PMD Bpk. Ir Tarmizi A Karim Msc.

     Tahun ini acara penandatangan NPUB dan perpanjangan kontrak fasilitator dilaksanakan di aula rumah dinas Gubernur Jambi. Sekitar pukul 09.00 acara dimulai, laporan dari kaban BPMPP provinsi jambi ibu Dra. Hj. Eni Harriyati memancing tepuk tangan dari para temu undangan, karena menjabarkan keberhasilan program PNPM Mandiri Perdesaan yang dilaksanakan di provinsi Jambi.

     Selanjutnya kata pengatar dari Dirjen PMD Bpk. Ir Tarmizi A Karim Msc, beliau menyampaikan salam dari Menteri dalam negeri yang mengatakan “PNPM MPd Jambi Terbaik Tingkat Nasional”. Tentu hal tersebut disambut tepuk tangan yang sangat meriah oleh para tamu undangan.

     Selanjutnya kata sambutan dari Gubernur jambi Bpk. Drs. H. Hasan Basri Agus, MM, yang mendapatkan tepuk tangan tak kalah meriah dari para tamu undangan. Acara pun selesai yang di tutup oleh pembacaan doa oleh salah satu staf gubernur jambi.  

     Setelah acara selesai, terjadi perbincangan antara Bupati Kabupaten Tebo Bpk. Sukandar S.Kom, M.Si dengan para fasilitator PNPM MPd Kabupaten Tebo. Tentu hal ini menjadi salah satu moment penting, karena bpk Bupati dapat mendengar langsung masukan dari para pelaku Fasilitator PNPM MPd Tebo, guna menjalin keakraban dan integritas yang lebih baik lagi antara Pemda dengan PNPM MPd Tebo.

     Celotehan-celotehan para fasilitator di dengarkan dengan baik oleh Bpk. Bupati. Perbincangan tersebut di akhiri dengan sesi foto bersama yang tentunya di sambut gembira oleh seluruh pelaku PNPM MPd Kabupaten Tebo.

Foto bersama Bupati dan Fasilitator PNPM MPd Kabupaten Tebo

Foto bersama Bupati dan Fasilitator PNPM MPd Kabupaten Tebo
Ditulis Oleh :
Bayu Krisna Irawan (OK Kabupaten Tebo)

Read More »

Terjalnya Jalan Saat Verifikasi

0 komentar
     Dalam memperlancar kegiatan PNPM MPd TA 2014, maka seperti tahun sebelumnya Kecamatan Tebo Ilir wajib melaksanakan alur PNPM MPd yaitu MAD Sosialisasi yang dilaksanakan dikecamatan, Setelah itu maka Seluruh desa yang ikut berpartisipasi wajib melakukan Musyawarah desa seperti MD Sosialisasi, MD Khusus Perempuan dan MD perencanaaan. Setelah Alur-alur tersebut dijalani maka saatnya desa-desa yang ada dikecamatan tebo ilir untuk mengajukan usulan dari desa masing-masing dengan mengajukan proposal kegiataan fisik dan non fisik yang dibutuhkan desa tersebut sesuai hasil musyawarah yang telah dilakukan sebelumnya, setelah proposal tersebut  masuk di kecamatan maka tibalah saatnya Tim Verifikasi Beraksi, Verifikasi dibagi dalam beberapa tahap yakni :

1. Pembahasan Awal : Proposal yang telah masuk di cek kelengkapan administrasinya dan dibuatlah rekomendasi awal oleh Tim Verifikasi. Rekomendasi awal di Kirim Ke fasilitator Kabupaten untuk mendapatkan Rekomendasi  dari Tim Faskab,
2. Kunjungan Lapangan : setelah rekomendasi dari Pihak kabupaten selesai maka tim Verifikasi melakukan kunjungan kedesa-desa untuk melihat kecocokan  antara proposal dengan kondisi lapangan
3. Rekomendasi Akhir : Setelah kunjungan lapangan selesai maka dilakukan pembahasan  layak atau tidaknya usulan desa  masuk kedalam MAD Prioritas.

     Ada yang menarik ketika Tim Verifikasi dan rombongan melakukan kunjungan Lapangan. Pada hari pertama melakukan kunjungan walaupun hari sedikit mendung dan gerimis, tapi tak menyurutkan tekad Tim Verifikasi untuk turun kelapangan. Apalagi sambutan dari masyarakat yang ramah dan bersahabat membuat Tim Verifikasi semakin bersemangat. Tak terasa hari telah menjelang sore dan Tim Verifikasi telah kelelahan tiba-tiba ada suguhan masyarakat Berupa senyum hangat buah durian dan buah duku. Sambil menyantapi ramah-tamah yang disediakan maka dilakukan tanya jawab  antara masyarakat dan Tim Verifikasi mengenai usulan yang diajukanoleh masyarakat yang proposalnya telah diperiksa. Adapun usulan yang diajukan adalah jalan rabat beton yang panjangnya tidak tanggung-tanggung yaitu 2000 Meter, kerena jalan Rabat Beton ini sangat berfungsi untuk kemajuan perekonomian masyarakat setempat.

     Di hari berikutnya pun Tim verifikasi dilanjutkan ke desa Teluk Rendah Ulu  yang letaknya  menyebrangi sungai batang hari, untuk  menuju desa tersebut ada dua altenatif jalan yaitu satu agak jauh tapi melintasi jalan aspal, yang kedua agak dekat tetapi melewati jalan tanah dan agak sedikit terjal. Salah satu Tim Verifikasi mengusulkan untuk lewat jalan yang agak jauh tapi melintasi jalan aspal karena kalau melintasi jalan yang agak dekat tersebut kemungkinan jalan akan becek karena jalannya jalan tanah, tapi salah satu anggota Tim Verifikasi membantah kata Tim Verifikasi yang mengusulkan jalan yang agak jauh tersebut,  “ lebih baik kita jalan yang dekat saja, karena hari sudah siang, jalan itu tidak becek, kan sudah dua hari tidak hujan, lagian orang banyak yang lewat disana’’ ujarnya. Dikarenakan  diantara Tim Verifikasi yang lain dialah yang paling tua maka yang lain menyetujui saja apa yang dikatakan salah seorang Tim Verifikasi tersebut. dan perjalanan pun diawali dengan menyebrangi sungai batang hari, setelah sampai dipelabuhan sebrang kami pun mulai melanjutkan perjalanan. Awalnya perjalanan tersebut lumayan bagus, tapi beberapa waktu kemudian jalanan mulai  terjal dan berlumpur pun mulai ditempuh, jalan pertama masih bisa dilewati oleh Tim Verifikasi dengan baik, tetapi jalan berikutnya seperti nya tak memungkinkan kami  untuk menempuh jalan tersebut, bukan saja terjal dan berlumpur tapi air sangat banyak menggenangi jalan itu. Tetapi mau mundur rasa nya tak mungkin, karena kami sudah setengah jalan, cukup jauh dan sulit untuk mundur, sepertinya “ maju kena mundurpun lebih kena” mau tak mau kami pun menempuh jalan tersebut dengan semangat juang 45. Dan  akhirnya sampailah  rombongan Tim Verifikasi didesa yang di tuju.

Terjalnya Jalan Saat Verifikasi

Terjalnya Jalan Saat Verifikasi

Terjalnya Jalan Saat Verifikasi
     Tim Verifikasi pun beristirahat sejenak di rumah Kepala Desa tersebut untuk menghilangkan rasa letih setelah melewati jalan yang terjal dan berlumpur tersebut. setelah beristirahat sejenak Tim Verifikasi pun Melanjutkan Aktivitasnya hingga selesai untuk desa tersebut, dan perjalanan pun dilanjutkan untuk menuju Desa berikutnya. Untuk menuju desa berikutnya  kami harus kembali menyebrangi sungai batang hari lagi. Tim pun sedikit takut untuk menyebrangi sungai batang hari dari pelabuhan motor air itu, karena kemarin dikabarkan ada puluhan buaya yang timbul di sungai batang hari tersebut bertepatan pula di desa itu. Tetapi mengingat hari sudah  siang menjelang sore, maka mau tak mau Tim Verifikasi beserta rombonganpun menyebrangi sungai batang hari itu melewati pelabuhan air yang dikabarkan ada buayanya itu.

     Dan akhirnya sampai kami pun sampai di pelabuhan desa yang akan kami verifikasi terakhir untuk hari itu, semuanya mengucapkan  “ ALHAMDULILLAH, SAMPAI DENGAN SELAMAT “.  

Ditulis Oleh :
Susanti (FK Kecamatan Tebo ilir)

Read More »

MAD Tutup Buku Bentuk Pertanggungjawaban UPK

0 komentar
     Musyawarah Antar Desa (MAD) tutup buku tahun 2013 yang digelar Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Kecamatan merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban setelah mengemban amanah selama setahun berjalan.

     Hal tersebut dikemukakan camat Rimbo Bujang, Suparna, SE pada acara MAD tutup buku UPK PNPM Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo yang berlangsung 24/1/14 di aula kantor camat Rimbo Bujang. Dari MAD tutup buku ini, kata camat Rimbo Bujang, kita akan mengetahui perjalanan UPK yang mengelola dana kelompok Simpan Pinjam untuk Perempuan (SPP), apakah berjalan mulus atau banyak hambatan yang terjadi.

     Hal ini perlu dipertanggung jawabkan, baik secara materi maupun secara administrasi, karena Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) itu merupakan program pemerintah yang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka pengangguran.

     PNPM Mandiri Peredesaan, menurut camat Rimbo Bujang, dikelola dengan istilah, dari – oleh – untuk masyarakat, namun jangan sampai istilah itu disalahgunakan oleh pelaku, karena para pelaku baik ditingkat kabupaten, kecamatan ataupun desa mengemban amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

     Sementara ketua UPK Kecamatan Rimbo Bujang, Sardi  memamparkan perkembangan dana SPP. Dari modal sekitar RP. 2.082.750,000, ( Tahun 2003 s/d 2013 )  kini sudah berkembang menjadi Rp. 5.789.000.000,- ( Kegiatan SPP Tahun 2013 )  yang beredar di 788  kelompok atau 6530  anggota. ( Komulatif 2003 s/d 2013 ) sedangkan Kelompok Yang dilayani saat ini adalah 147 Kelompok.

     Realisasi Kegiatan pada Tahun 2013 Unit Pengelola Kegiatan telah melakukan Kegiatan-Kegiatan sesuai dengan Proses dan Mekanisme Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan ( PNPM-MP ). Adapun Dana Bantuan Langsung Masyarakat ( BLM ) yang disalurkan Tahun 2013 sebesar RP. 1.000.000.000,- yang dialokasikan Untuk Kegiatan :

SPP sebesar Rp. 150.000.000,-         Untuk 5 Desa
Sarana Prasarana Rp. 800.000.000,- untuk 4 Desa 
Ops UPK dan TPK sebesar                      Rp. 50.000.000,-
Dan  telah direalisasikan ke Desa 100 %.

Suasana Ketika MAD Tutup Buku

Suasana Ketika MAD Tutup Buku

Suasana Ketika MAD Tutup Buku
Di Tulis Oleh :
Riski Ahmadillah (FK Kecamatan Rimbo Bujang)

Read More »

Harapan Perubahan Dari Desa Seberang

0 komentar

      Kegiatan  PNPM-MPd   di Kecamatan VII koto bulan Oktober  ini memasuki tahap Perencanaan untuk tahun anggaran 2014.Dengan telah dilaksanakannya Musyawarah desa serah terima di 7 desa untuk kegiatan tahun anggaran 2013.maka secara   pendanaan telah berakhir kegiatan siklus tahun 2013 tersebut.

    Selanjutnya kami dari semua pelaku PNPM-MPd ditingkat kecamatan berkordinasi untuk menindak lanjuti RKTL yang telah disepakati dengan perwakilan Desa di Forum MAD2 untuk pelaksanaan kegiatan perencanaan mulai dari MD2 MKP dan MD3/Review RPJMDes di 10 desa dalam wilayah kecamatan VII Koto.Tim di bagi menjadi 2 bagian untuk pelaksanaan tahapan musyawarah tersebut.

      Maka Musyawarah Desa Sosialisasi  pertama dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2013 yakni di Desa Sungai Abang.Maka pada saat pelaksanaan Musyawarah Desa Khusus Perempuan  dan Musyawarah Desa perencanaan yang rencana semula dijadwalkan pada tanggal 23 oktober 2013 di Desa Muaro Niro mendadak hampir batal dilaksanakan.

     Desa Muaro niro ini termasuk desa yang terletak diseberang aliran sungai batang hari dengan Jumlah penduduk lebih kurang 250KK dengan infrastruktur sarana yang agak ketinggalan dari desa tetangga yang ada di lingkup Kecamatan VII Koto ini.Musyawarah Khusus Perempuan dan Musyawarah Desa perencanaan akhirnya terlaksana juga walau tertunda sekitar 30 Menit dari rencana semula.Musyawarah ini dimulai dan dilakuakan analisa penyebab kemiskinan bagi ibu-ibu dan menggali potensi serta masalah yang ada di lingkup desa Muaro Niro ini. 

     Ternyata ada permasalahan selama ini menjadi kendala bagi desa ini dalam pelaksanaan kegiatan musyawarah di desa,dikarnakan masalah undangan.Dimana untuk membuat  satu lembar undangan Musyawarah di desa.Perangkat desa atau pun kader pemberdayaan harus menempuh jarak sejauh 25 KM ke ibu kota kecamatan hanya  untuk mengetik dan mengupahkan kepada jasa rental Komputer untuk mengetik satu lembar surat undangan,alangkah sedih nya hati ini mendengar alasan dan penjelasan dari aparat desa dan kader pemberdayaan desa dimana tidak satu orang pun warga dan perangkat desa yang bisa menggunakan perangkat komputer.

     Singkat cerita saat Fasilitator menjelaskan salah satu tujuan PNPM-MPd ini adalah untuk Peningkatan Kapasitas Masyarakat dan kelembagaan masyarakat desa maka untuk kali pertama masyarakat sepakat untuk Mengususlkan ke PNPM-MPd tahun anggaran 2014 dalam musywarah desa perencaan,maka diusulkan nya  Pelatihan Komputer untuk perangkat desa, pemuda dan Pemudi yang telah tamat SLTA yang tidak mampu melanjutkan Studinya dikarnakan tidak mempunyai biaya,oleh karna itu masyarakat desa Muara Niro menyambut antusias Kegiatan PNPM-MP tahun anggaran 2014 ini dengan harapan yang sangat besar dimana PNPM-MPd Kecamatan VII Koto dapat membawa dan memberi perubahan yang besar dalam pelaksanaan musawarah didesa Muaro Niro agar  kedepannya  tidak ada lagi kendala masalah undangan dan telah ada nya putra dan putri serta peranggkat desa yang bisa menggunakan peralatan komputer yang selama ini mereka anggap barang keramat yang hanya bisa di fungsikan oleh orang Kota saja.

     Puas rasa nya hati ini sebagai seorang Fasilitator Kecamatan dapat menemukan masalah dan tersedia  nya solusi dari masalah  masyarakat desa Muaro Niro ini,melalui Program PNPM-MPd smoga masyarakat menjadi cerdas dan terbebas dari segala ketertinggalan. Amin yaarabbil allamin smoga yang kami lakukan dapat membawa perubahan bagi masyarakat Desa BRAVO  PNPM-MPd. 

Suasana Ketika Musyawarah
Suasana Ketika Musyawarah
Suasana Ketika Musyawarah
Di Tulis Oleh :
Nanang Fakhrurrozi (FK Kecamatan VII Koto)

Read More »

Best Practices UPK BUKIT SIGUNTANG

0 komentar
Pendahuluan
Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi terdiri dari 12 desa, dengan jumlah penduduk sebanyak 15.465 Jiwa atau 4.612 Kepala Keluarga (KK). Sebanyak 1.200 KK ( 25 %) dikategorikan sebagai Rumahtangga Miskin (RTM). Mata pencaharian utama masyarakat disini adalah petani. Kecamatan ini memiliki sejumlah sumberdaya alam potensial seperti Batu Bara dan Minyak Bumi Adapun produk unggulan pertanian kecamatan ini adalah Karet Dan Kelapa Sawit.

Kecamatan ini telah berpartisipasi dalam PNPM Mandiri Perdesaan sejak Tahun 2003 Hingga saat ini, Kecamatan sumay telah mendapatkan dana Bantuan Langsung untuk Masyarakat (BLM) sebesar Rp 8.260.000.000. Dana tersebut dikelola secara mandiri oleh masyarakat melalui UPK Bukit Siguntang,  Berikut akumulatif dana BLM yang dikelola UPK.


Rincian Alokasi Dana BLM Kecamatan Sumay
  Tahun 2003 s/d tahun 2012

Tahun
Jumlah (Rp)
2003
750.000.000
2004
750.000.000
2005
750.000.000
2007
1.000.000.000
2008
1.250.000.000
2009
900.000.000
2010
1.650.000.000
2011
510.000.000
2012
                                  700.000.000
TOTAL
8.260.000.000

Secara umum, dana BLM PNPM Mandiri Perdesaan dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung kegiatan di bidang peningkatan kapasitas, pembangunan dan rehabilitasi sarana/prasarana perdesaan, kegiatan pendidikan dan kesehatan, serta kegiatan ekonomi melalui perguliran dana. Melalui skema maupun Simpan Pinjam khusus Perempuan (SPP).

Secara akumulatif dari awal mendapatkan BLM hingga saat ini, sebagian besar dana BLM di Kecamatan Sumay ini, yaitu sekitar 80%, dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung kegiatan di bidang Pembangunan Prasarana Jalan, Rabat Beton, MDA, Pembangunan Pasar, Dan 20% Untuk Kegiatan Simpan Pinjam Perempuan. 


Read More »

Best Practice UPK ARTHA MAKMUR

0 komentar
Pendahuluan
Kecamatan Rimbo Bujang, terletak di Kabupaten Tebo, Propinsi Jambi Kecamatan ini terdiri dari 7 desa dan 1 Kelurahan, Jumlah Penduduk : 61.349 Jiwa/15.195 KK, Laki –Laki : 31.960 Jiwa dan Perempuan : 29.389 Jiwa ( Keadaan Desember 2011) Jumlah RTM : 750 KK dikategorikan rumah tangga miskin. Mata pencaharian masyarakatnya mayoritas adalah Perkebunan Sawit, Karet dan Perdagangan. Potensi sumberdaya alam yang potensial adalah Perkebunan Karet dan Sawit. Adapun produk unggulannya adalah Karet mentah dan  buah Sawit. Kecamatan ini terletak arah Barat dari ibukota kabupaten dan  dari arah Barat ibukota Provinsi Jambi. Kecamatan ini dapat dijangkau dengan jalan darat dari ibukota provinsi selama kurang lebih 5 jam.
UPK Artha Makmur Kecamatan Rimbo Bujang berdiri sejak tanggal 7 Januari 2004 yang mencakup 21 Desa di Kecamatan Rimbo Bujang. seiring dengan pemekaran wilayah sehingga desa yang berpartisipasi hanya 8 Desa di Kecamatan induk.
Kecamatan Rimbo Bujang melaksanakan kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd), sejak tahun 2003,  sampai dengan  saat ini Total jumlah alokasi  dana Bantuan   Langsung Masyarakat  sebanyak Rp,   11.345.526.000,- terdiri dari APBN sebesar Rp 7.375.526.000,-  dan APBD ( Cost Sharing Daerah) sebesar RP   3.970.000.000,-

Rincian Alokasi Dana Kecamatan Rimbo Bujang
  Tahun 2003 s/d tahun 2013
Dana BLM, DOK Perencanaan, DOK Pelmas 

No
Tahun
Jlh Kegiatan
Alokasi APBN
Alokasi APBD
Alokasi APBD-Plus
DOK Pelmas
DOK Perencanaan
Jumlah
1
2003
37
600.000.000
400.000.000
0
0
92.000.000
1.092.000.000
2
2004
13
600.000.000
400.000.000

-
46.000.000
1.046.000.000
3
2005
15
600.000.000
400.000.000



1.000.000.000
4
2006
14
600.000.000
400.000.000

10.000.000
50.000.000
1.060.000.000
5
2007
15
300.000.000
700.000.000

0
0
1.000.000.000
6
2008
13
500.000.000
500.000.000
-
14.310.000
33.600.000
1.047.910.000
7
2009
13
900.000.000
-
200.000.000
14.185.000
34.800.000
1.148.985.000
8
2010
15
1.200.000.000
300.000.000
250.000.000
15.685.000
34.800.000
1.800.485.000
9
2010 (  PK )
1
185.526.000




185.526.000
10
2011
5
360.000.000
90.000.000
60.000.000
43.990.000
46.000.000
599.990.000
11
2012
10
720.000.000
80.000.000

76.793.000
876.793.000
12
2013
9
810.000.000
190.000.000

69.377.000
1.069.377.000

Grand Total
160
7.375.526.000
3.460.000.000
510.000.000
174.963.000
406.577.000
11.927.066.000

Hingga tahun Saat ini, kegiatan PNPM - MPd di kecamatan Rimbo Bujang telah melaksanakan sejumlah  160  Paket kegiatan yang meliputi  8 desa berupa pembangunan atau rehabilitasi sarana dan prasarana serta infrastruktur perdesaan dan kegiatan ekonomi, berupa  Simpan Pinjam khusus bagi kelompok perempuan (SPP) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP)

Secara umum, dana BLM PNPM Mandiri Perdesaan dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung kegiatan di bidang peningkatan kapasitas, pembangunan dan rehabilitasi sarana/prasarana perdesaan, kegiatan pendidikan dan kesehatan, serta kegiatan ekonomi melalui perguliran dana. Baik melalui skema Usaha Ekonomi Produktif (UEP) maupun Simpan Pinjam khusus Perempuan (SPP).

Secara akumulatif dari awal mendapatkan BLM hingga saat ini, sebagian besar dana BLM di Kecamatan Rimbo Bujang ini, yaitu sekitar 74.11 %, dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung kegiatan di bidang Sarana Prasarana, pendidikan, Kesehatan dan Peningkatan Kapasitas Masyarakat, 3.92 % Untuk Kegiatan UEP, 11.91 % Untuk kegiatan SPP dan 5 % untuk operasional UPK dan TPK. 

PROFIL KEUANGAN UPK PER 1 Januari 2013 s/d 30 Juni 2013

No.
ITEM
Jumlah (Rp)
1.
Total Pendapatan
296.068.485
2.
Total Biaya
169.578.167
3.
Surplus
126.490.318
4.
Rasio Biaya
-
5.
Aset Dana Perguliran
3.459.295.944
6.
Aset Gedung/ Bangunan
488.025.000
7.
Dana Sosial
-
TOTAL
4.539.457.914
7.
Jumlah Kelompok UEP Binaan
-
8.
Jumlah Kelompok SPP Binaan
129
TOTAL
129

Berdasarkan Neraca Microfinance Per 1 Januari 2013 s/d 30 Juni 2013


AKTIVA
Rp (Juta)
PASIVA
Rp (Juta)
Kas
400.000
Hutang
-
Bank
3.370.627
Modal PNPM
2.574.522.350
Pinjaman di Masyarakat
3.459.049.000
Modal dari Pihak Lain:
-
Biaya Dibayar Dimuka
-
-    Pemda
-
Inventaris
338.979.217
-    Swasta
-
Aktiva Lain-Lain
37.900.000
Surplus Ditahan
1.138.686.176

-
Surplus Berjalan
126.490.318

-
Operasional
-
Jumlah
3.839.698.844
Jumlah
3.839.698.844

KONDISI KEGIATAN SIMPAN PINJAM KHUSUS PEREMPUAN (SPP) Per 1 Januari 2013 s/d 30 Juni 2013

No.
ITEM
Satuan
Jumlah
1.
Jumlah Kelompok
Kelompok
71
2.
Penerima Pinjaman
Orang
584
3.
Dana yang Digulirkan*
Rp
3.156.000.000
4.
Saldo Pinjaman di Masyarakat
Rp
3.459.049.000
5.
Tingkat Pengembalian
(%)
100
6.
Tunggakan Kolektibilitas
Rp
-
*Dana yang di gulirkan adalah Siklus 2013 + Perguliran 2013

POLA KERJA UPK ARTHA MAKMUR
a) Tugas Rutin 5 Hari Kerja Senin s/d Jumat
b) Tidak ditutup kemungkinan hari libur dapat masuk kantor,bila ada hal-hal yang penting.
c) Rakor Interen Pelaku PNPM-MP di Kecamatan yang dihadiri Pengurus BKAD,BP-UPK,PJOK,FK,KPMD dan UPK. Dilakukan sesuai kebutuhan Untuk mengevaluasi Kegiatan Minimal 1 bulan sekali.
d) Perguliran dilakukan dalam setahun tiga tahap dengan sistem daftar tunggu dan Memprioritas Kelompok-kelompok lancar dan tepat waktu dalam pengembalianya/disesuaikan keuangan di UPK.
e) Setiap akhir tahun membuat laporan akhir UPK, tutup buku tahunan dan juga Perencanaan Keuangan.

STRATEGI DAN METODE  PEMBINAAN KELOMPOK
a) Dilakukan Langsung Kepada Kelompok.
b) Mengedepankan Rasa Kekeluargaan Dalam Pembinaan
c) Prioritas Pembinaan Kepada Kelompok Yang Mengalami Kendala Dalam Angsuran Dan Administrasi.
d) Jadwal Pembinaan Tergantung Situasi Dan Kondisi Dan Tidak Ditutup Kemungkinan Waktu Libur Melakukan Kunjungan.
e) Diberikan Administrasi Pembukuan Kelompok Dari Surflus Upk
f) Memberikan Pelatihan Langsung Kepada Pengurus Kelompok Yang Mengalami Kendala Pembukuan Kelompok
g) Memberikan Pengertian Dan Pendekatan Bagi Kelompok Yang Bermasalah Sehingga Angsuran Menjadi Lancar.
h) Melibatkan Perangkat Desa Dan Tokoh Masyarakat Dalam Penyelesaian Masalah Di Kelompok

PEMANFAATAN &PENGEMBALIAN PINJAMAN
a)  Pemanfatan pinjaman oleh kelompok Mayoritas untuk penambahan modal usaha anggota secara individu (Aneka Usaha).
b)  Persentase Pengembalian Pinjaman Per 30 Juni  100%.
c) Angsuran dilakukan dari pengurus kelompok kepada UPK pada jam kerja..
d) Kelancaran angsuran adalah buah kerja keras dari semua pihak yang terkait dalam kecamatan Rimbo Bujang.
e) Suku bunga yang diterapkan sebesar 12 %  selama 1 Tahun sehingga tidak terlalu memberatkan dalam pengembangan usaha.

KERJA SAMA DENGAN PIHAK KETIGA
a) Kerja Sama Dengan Pihak Ketiga Pada Umumnya Belum Tampak Dalam Segi Keuangan, Namun Dalam Pertukaran Ilmu Sudah Dilakukan Yaitu Dengan Adanya Pembelajaran Yang Dilakukan Oleh Siswa Smk Kec.Rimbo Bujang , Rimbo Ulu Dan Rimbo Ilir Pada Upk Artha Makmur.
b) Kegiatan Rutin Asosiasi Upk Kab.Tebo Dalam Pertukaran Wawasan Dan Informasi Yang Dilakukan 2 Bulan Sekali Sekaligus Pemberian Santunan Kepada Rtm.

Kegiatan SPP Unggulan 
Dana SPP di kecamatan ini umumnya dimanfaatkan warga untuk penambahan modal usaha, Menambah modal usaha sembako, Mengembangkan usaha industri rumah tangga dan pengembangan bidang pertanian Usaha anggota/ kelompok penerima manfaat SPP paling berkembang dan membanggakan di kecamatan ini adalah: 
1. Pembuatan Jahe Instan milik (salah satu anggota) kelompok Mawar di Ketuai oleh Ibu Kamini di Jln 26 Desa Perintis Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo Propinbsi Jambi Keunggulan dari usaha/ kegiatan ini adalah Jahe Instan dan Ting-ting jahe untuk sementara ini masih lingkup di Kecamatan Rimbo Bujang, seperti di Mini Market dan Toko-toko. 
2. Industri Rumah Tangga milik (salah satu anggota ) kelompok Al - Amin Kelompok ini di ketuai oleh Ibu Hj. Rahmah di Desa Tirta Kencana Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo Propinsi Jambi Keunggulan dari usaha/ kegiatan ini adalah Pembuatan Kue Bolu dan Sale Pisang untuk sementara ini masih lingkup di Kecamatan Rimbo Bujang, seperti di Mini Market dan Toko-toko. 
3. Pengembangan Pertanian milik (salah satu anggota ) kelompok Sendang Rezeki Jln. 21 di Desa Perintis Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo Propinsi JambiKeunggulan dari usaha/ kegiatan ini adalah Tanaman Cabe untuk sementara ini masih lingkup di Kecamatan Rimbo Bujang, seperti diwarung-warung.

PENGHARGAAN PENGHARGAAN
Tahun 2009 Sebagai UPK Terbaik Tingkat Nasional
Tahun 2009 Sebagai UPK Terbaik dalam Pengelola   Administrasi  Tingkat Nasional
Tahun 2011 UPK Terbaik  Peringkat I   Si Kompak Aword Propinsi Jambi
Tahun 2012 UPK Terbaik Peringkat I Aspek Pelayanan

TANTANGAN DAN HAMBATAN
a)       Berkurangnya Alokasi BLM setiap tahun menyebabkan menurunya tingkat partisipasi masyarakat
b)       Masih kurangnya Peran serta Departemen Terkait.
c)       Seringnya keterlambatan pencairan dana dari  KPPN  padahal  Pengajuan Dana  Sudah  diajukan.
d)       Tidak terakomodir nya Kegiatan yang didanai oleh kegiatan PNPM-MPd tidak langsung diserap pada tahun kegiatan berikutnya
e)       Belum terkoordinasinya dengan optimal kegiatan PNPM-PMd antara pihak eksekutif dengan pihak legislatif
f)        Pergantian Pejabat di Lingkungan Pemerintahan sangat mempengaruhi Pelaksanaan Kegiatan

HARAPAN - HARAPAN
a) Dukungan dari Pemerintah Daerah dan pihak legislatif
b) Pergantian Pejabat diharapkan memperhatikan keberlajutan Program
c) Penambahan Alokasi BLM setiap tahunnya
d) Agar Program PNPM-MPd akan terus berlanjut
e) Dll

Read More »